Chanelsatu.com, JAKARTA - Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW), Neta S Pane mengatakan, tidak semestinya seorang Briptu Rani justru kabur dari masalah. Meskipun, pelecehan seksual merupakan isu yang sensitif dan butuh waktu bagi korban.
Neta menuturkan, Rani harus segera muncul kepermukaan untuk menjelaskan duduk perkara yang saat ini sedang menimpa dirinya. Untuk menjamin keselamatan, dia pun meminta agar Rani diberikan perlindungan khusus.
"Harus ada perlindung terhadap yang bersangkutan. Bagaimana pun kasus pelecehan seksual selalu membuat trauma bagi korbannya. Namun kasus ini harus diselesaikan secara tuntas,"jelas Neta kepada wartawan, di Jakarta,Minggu (26/5/2013).
Neta menilai, jika tak kunjung muncul, Rani justru yang akan dituding hanya sekadar ingin mencari sensasi. Padahal, kata dia, sesungguhnya Rani menjadi korban.
"Untuk itulah Rani harus segera muncul dan menjelaskan persoalan yang ada," katanya. Diketahui, setelah lama menghilang dan menjadi pergunjingan, pernyataan mengejutkan datang dari keluarga Rani.
Ibunda Rani, Raya Situmeang mengungkap, anaknya telah diperlakukan tidak senonoh oleh Kapolres Mojokerto.
Termasuk ketidaksenangan AKP L kepada Briptu Rani. Raya menuding Kapolres Mojokerto AKBP Eko Puji Nugroho telah memerintahkan anaknya untuk melayani tamu-tamunya karaoke dan menyita handphone milik anaknya.
Tak berhenti di situ, Raya juga menyatakan, kapolres pernah meraba tubuh anaknya saat pengukuran seragam, yang mestinya dilakukan oleh seorang tukang jahit.
Reporter : Syamsul Arifin
Editor : Beny Simanjuntak






0 comments:
Post a Comment