Home » » Angkasa Pura I bidik 60 persen pendapatan dari non aeronautika

Angkasa Pura I bidik 60 persen pendapatan dari non aeronautika

Written By Unknown on Monday, May 27, 2013 | 4:13 PM

Sepanjang tahun lalu, Angkasa Pura I menderita kerugian besar lantaran 6 bandara yang dikelolanya mengalami penurunan pendapatan.
Enam bandara itu yakni Bandara Selaparang, Mataram merugi Rp 49 miliar, Bandara El Tari, Kupang merugi 7 miliar, Bandara Frans Kaisiepo di Biak merugi Rp 23 miliar, Bandara Adi Sumarmo di Surakarta merugi Rp 22 miliar, Bandara Pattimura di Ambon merugi Rp 22 miliar serta Bandara Sam Ratulangi di Manado merugi Rp 3,8 miliar.
Tidak ingin merugi lagi, Angkasa Pura I berencana menggenjot pendapatan dengan mengembangkan bisnis non aeronautika.
"Potensi pendapatan non aeronautika dari pengembangan bandara tersebut ditargetkan akan mampu mencapai 60 persen pada tahun 2020," ujar Presiden Direktur PT Angkasa Pura I Tommy Soetomo di hotel Ritz Carlton, Jakarta, Senin (27/5).
Tommy menuturkan, pihaknya tak ingin hanya mengandalkan pendapatan tradisonal yang bersumber dari tarif atau biaya yang dibebankan ke penumpang atau passenger charge. Untuk itu, perusahaan pelat merah ini bakal mengembangkan beberapa fasilitas antara lain. Mulai dari DutyFree, food and baverage, retail, dan service.
Untuk memaksimalkan pendapatan, Bandara Sepinggan Balikpapan, Kalimantan Timur akan segera dioperasikan lebih maksimal. Sementara untuk bandara Juanda, diharapkan bisa melayani penerbangan yang luas.
"Kita ingin akhir tahun mengoperasikan Balikpapan, sedangkan Juanda 10 November kita berharap bisa dioperasikan untuk penerbangan internasional," katanya.

0 comments:

Post a Comment

Like us on Facebook
Follow us on Twitter
Recommend us on Google Plus
Subscribe me on RSS